
Para wanita hamil biasanya sering di beri nasihat dari orangtua,
orang yang masih berfikiran kuno, tentang pantangan-pantangan, larangan
serta saran seputar kehamilan. Nasihat, pantangan serta saran – saran
ini sebenarnya lebih cenderung ke arah mitos. Mulai dari yang masuk akal
sampai yang membuat takjub antara percaya dan tidak. Namun ada pula
beberapa yang apabila difikir secara logis, mungkin juga masuk akal.
Berikut
sharing disini beberapa Mitos Seputar
Kehamilan, beserta penjelasannya secara akal sehat dan juga medis,
menurut dr Judi Januadi Endjun, Sp.OG, dari RSPAD Gatot Subroto.
Mitos: Ibu hamil tidak boleh minum es, karena bayi yang dikandungnya menjadi besar.
Fakta: Minum air es sebenarnya tidak bermasalah.
Yang menimbulkan masalah yaitu jika ibu hamil banyak mengonsumsi minuman
yang serba mengandung gula, seperti es krim, es campur, es doger, es
dawet, es teler dan sebagainya. Jika ibu hamil sering minum es yang
banyak mengandung gula, bisa jadi bayi akan besar karena kalori yang
dimakan ibu menjadi lebih banyak. Selain kelebihan gula, ukuran janin
juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang
bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar.
Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, juga bisa menyebabkan bayi
yang dilahirkan memiliki berat badan yang lebih besar. Minum es tak
dilarang asal tidak berlebihan. Karena jika terlalu banyak, ulu hati
akan terasa sesak dan ini tentu membuat ibu hamil merasa tak nyaman.
Lagi pula, segala sesuatu yang berlebihan akan selalu berdampak tak
baik. Begitu, bukan?
Mitos: Ibu hamil minum susu hamil, menyebabkan bayi besar.
Fakta: Jika peningkatan berat badan ibu berlebihan,
dokter mungkin akan menyarankan susunya untuk dikurangi. Namun hal
tersebut tergantung individu, tidak berarti kalau minum susu kehamilan,
bayinya pasti akan menjadi besar. Banyak faktor yang menyebabkan bayi
itu besar. Kalau berat badan ibu tergolong kurus, maka dokter akan
menyerankan agar ibu hamil minum susu lebih banyak. Hal ini mungkin
berbeda dengan ibu hamil yang sudah mengalami obesitas. Tapi percayalah,
peningkatan berat badan bayi tidak semata-mata karena susu. Asupan
makanan dan jumlah kalori yang banyak, faktor ibu hamil yang mengalami
diabetes, karekteristik si ibu yang tinggi besar dan lain-lain
memperngaruhi besar tidaknya bayi. Tapi sebaiknya ibu hamil tetap
mengonsumsi susu untuk ibu hamil, karena kandungan nutrisinya memang
diperuntukkan sesuai kebutuhan wanita hamil. Jika eneg boleh diganti
dengan susu lain, asal bukan susu kental manis tentunya.
Mitos: Bentuk Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Kalau bentuk perut ibu hamil memanjang atau bulat berarti bayinya perempuan, kalau melebar ke samping berarti laki-laki.
Fakta: Tidak benar. Dokter kandungan kadang memang
bisa memperkirakan jenis kelamin janin dari luar berdasarkan
hormon-hormon kehamilan, misalnya ibu yang mukanya lebih hitam, lebih
jerawatan dan keringat berlebih mungkin saja anaknya laki-laki karena
memperlihatkan hormon
androgen yang lebih dominan. Tapi bukan
berarti penilaian lewat hormon selalu tepat. benar tidaknya, dokter
kandungan biasa melakukan pemeriksaan dengan USG. Namun USG pun bisa
jadi salah terutama apabika posisi bayi susah untuk d iteropong melalui
alat USG.
Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi
janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat
melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi.
Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot
dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak
bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil
beberapa kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu
hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya akan lebih besar
dan melebar.
Mitos: Jika leher Ibu Hamil menghitam dan puting menjadi
gelap, berarti anak yang dikandung laki-laki. Jika putting terlihat
terang /cokelat berarti anak yang dikandung perempuan.
Fakta: Tidak Benar. Perubahan warna pada leher atau
puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna
kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan
progesteron dan
melanost
(hormon yang mengatur pigmentasi kulit). Karena itu puting susu yang
menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang
mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit
dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan
garis hitam dari pusar ke bagian
pugbis. Namun gejala ini akan
menghilan setelah melahirkan. Selain itu puting menjadi gelap adalah
ciri khas orang hamil. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan. Areola
atau bagian sekitar puting akan melebar, bintik-bintik di sekitar puting
juga akan lebih menonjol. Hormon yang muncul selama kehamilan
mempersiapkan sang ibu untuk menyusui.
Mitos: Makan kacang hijau membuat rambut bayi lebat.
Fakta: Tidak Benar. Kacang hijau memang bagus untuk
dikonsumsi ibu hamil karena mengandung serat tinggi serta vitamin B1, B6
dan B12 agar ibu hamil tidak mudah lemas. Namun faktor rambut bayi
tidak tergantung dari asupan kacang hijau. Selain faktor keturunan, jika
gizi janin tercukupi, rambut si bayi akan tebal dan lebat.
Mitos: Minum air kelapa membuat kulit bayi menjadi putih bersih.
Fakta: Tidak ada hubungannya antara minum air kelapa
dengan kulit bati yang putih. Belum ada penelitian yang membuktikan hal
tersebut sebab ada orang yang tidak minum air kelapa tapi bayinya tetap
putih. Tapi air kelapa tetap boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. air
kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung
elektrolit,
sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau
agar tetap bugar. Warna kulit putih tetap tergantung pada faktor
genetik.
Mitos: Minum minyak kelapa agar mudah melahirkan.
Fakta: Tidak benar. Minyak kelapa jika diminum akan
masuk ke saluran penceranaan. Lemak nabati ibu saja yang bertambah. Jika
pada proses persalinan, jalan lahir diberi jeli atau minyak kelapa,
mungkin itu masuk akal. Yang mempengaruhi lancar tidaknya kelahiran
adalah ukuran panggul, berat bayi dan pecah atau belumnya ketuban. Bagi
ibu hamil yang tetap ingin mengonsumsi semacam
virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu berharap bahwa lahirnya bayi pasti akan lancar dan cepat.
Mitos: Makan sambal, bayi bisa botak atau bahkan mata bayi setelah dilahirkan akan belekan sampai beberapa waktu.
Fakta: Tidak ada hubungan antara makan sambal dan
bayi yang botak atau bahkan matanya berair (belekan), karena efek si
bayi kepedasan selama ibunya mngonsumsi pedas selama ia mengandung.
Hanya saja sebaiknya ibu hamil menghindari makanan yang bisa membuat ia
sakit, misalnya sambal yang bisa menjadi pencetus diare dan perut panas.
Jika sedikit saja untuk menambah nafsu makan tidak masalah.
Mitos: Jika perut sering gatal, berarti rambut si bayi di dalam perut lebat. Dan jika menggaruknya, akan timbul Scratchmark.
Fakta: Scratchmark tetap akan ada walaupun
ibu hamil menggaruk perutnya atau tidak. Pada seseorang yang
berkarakteristik tertentu scratchmark ini memang tidak muncul. Namun
faktor yang menyebabkan gatal pada perut bukanlah rambut lebat pada si
bayi. Namun karena hormon kehamilan yang meningkat seiring dengan usia
kehamilan. Yang penting
scratchmark ini jangan digaruk, karena
dapat mengakibatkan infeksi kemerahan bahkan luka pada kulit sehingga
mengakibatkan bekas pada pasca melahirkan. Memakai produk atau lotion
dapat untuk mengurangi timbulnya
scratchmark walaupun hal ini tidak bisa menjadi jaminan, karena kadar hormon orang hamil berbeda-beda.
Mitos: Ibu hamil tidak boleh makan pisang, timun, nanas, durian, nangka dan daging kambing.
Fakta: Sebenarnya jika hanya makan satu butir
durian, atau sepotong nanas tidak masalah. Yang penting ibu hamil tidak
alergi dengan makanan tersebut.
Diketahui bahwa durian menyebabkan kenaikan kadar kolesterol darah
dan mengandung jumlah kalori yang cukup tinggi, tidak sepadan dengan
vitamin yang didapatkan dari durian tersebut. Sedangkan pada ibu hamil,
sebaiknya memilih makanan yang lebih tinggi nilai nutrisinya, dan tidak
terlalu menggemukkan.
Untuk Nanas ada mitos yang bilang dapat menyebabkan keguguran. Dan
mengkonsumsi Pisang, Nanas dan timun dapat menyebabkan keputihan. Nanas
sendiri sebenarnya merangsang ibu hamil untuk mual karena sifatnya yang
asam. Konsumsi pisang, nanas, dan timun justru disarankan karena kaya
akan viatamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan
melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan.
Adapun keputihan tidak selalu membahayakan. Saat hamil maupun setelah
melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali juka
keputihan tersebut terasa gatal, berwarna (kehijauan/kecoklatan) dan
berbau tidak sedap hal ini bisa saja disebabkan infeksi oleh bakteri,
jamur, dan virus.
Sedangkan ibu hamil yang mengalami hipertensi memang diharuskan
menghidari makanan seperti daging kambing dan durian dengan alasan
kesehatan.Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi
yang wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau
penyakit jantung. Daging kambing mengandung kadar lemak jenuh yang
tinggi sehingga mempengaruhi metabolisme asam urat yang berbahaya bagi
penderita koleterol tinggi ataupun penderita penyakit jantung.
Kol dan Nangka pun -yang bisa menghasilkan gas dalam perut- sebaiknya
dihindari oleh ibu hamil, sebab pada ibu hamil gerakan lambung melambat
dan membentuk gas sehingga mengakibatkan perut terasa kembung.
Mitos: Ibu hamil tidak boleh minum soda.
Fakta: Secara umum, minuman bersoda
memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi jika dikonsumsi ibu hamil.
Minuman bersoda merupakan minuman dengan nilai kalori yang cukup tinggi
tetapi kosong nutrisinya. Sebenarnya soda sendiri meningkatkan kadar
asam lambung. Jika ibu hamil minum soda maka rasa mual akan bertambah
parah.
Mitos: Ibu hamil tidak boleh minum yoghurt
Fakta: Tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan
ini. Jadi pernyataan ini hanya mitos belaka. Lagipula yoghurt itu baik
untuk melancarkan pencernaan ibu hamil. Yang mana semenjak dalam
kehamilan tidak jarang ibu hamil mengalami namanya sembelit.
Mitos: Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan intim pada trimester pertama kehamilannya
Fakta: Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa
hubungan intim menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak
menyakitkan, tidak ada keluhan mengenai kandungannya (kehamilannya kuat)
dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh-boleh saja
melakukannya.
Bagi calon ibu yang memiliki gangguan kehamilan, seperti riwayat
keguguran, placenta previa, sering mengalami flek pada awal kehamilan,
dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk sementara
waktu. Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahim
sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat.
Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan.
Mitos: Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang.
Sebab, jika itu dilakukan bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu.
Fakta: Yang perlu diingat, bahwa menyiksa, menganiaya binatang adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan.
Mitos: Ibu hamil disarankan memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalam agar janin terhindar dari bahaya.
Fakta: Yang berbahaya justru jika gunting atau pisau kecil itu menusuk kulit ibu bahkan jika sampai menusuk ke perut, betul kan?
Mitos: Tabu jika sudah menyiapkan perlengkapan bayi sebelum bayi lahir.
Fakta: Alangkah repotnya jika semua perlengkapan
baru dibeli saat si kecil sudah lahir. Yang pasti, jangan terlalu boros
dahulu pada saat jauh dari proses persalinan. Persiapkan hanya hal-hal
yang benar-benar diperlukan dalam jumlah secukupnya. Selain itu
persiapan biaya proses persalinan juga harus dipikirkan kan?
Mitos: Tak boleh makan menggunakan sendok besar agar bibir si bayi mungil.
Fakta: Ini tidak masuk akal. Mungil atau tidaknya
bibir, juga bentuk mata, alis, hidung, bentuk wajah, rambut, dan
sebagainya akan mengikuti ayah atau ibunya, atau kombinasi keduanya.
Bahkan, dapat saja wajah atau rambut bayi mengikuti kakek-neneknya. Yang
jelas, Tuhan tak pernah membuat dua manusia yang mirip seratus persen.
Semoga bermanfaat